Pasien Meninggal Setelah Terima Paru-paru, Ternyata Pendonor Positif Covid

Pasien Meninggal Setelah Terima Paru-paru, Ternyata Pendonor Positif Covid

Berita Trend Indonesia — Seorang wanita di Michigan meninggal 61 hari setelah melakukan transplantasi paru-paru. Menyadur dari laman New York Times, pada Kamis (25/02), pendonor paru-paru diduga kuat telah terinfeksi virus corona.

Sebelum melakukan transplantasi, tim dokter sudah melakukan serangkaian tes pada organ pendonor yang menunjukkan hasil negatif Covid-19.

Pendonor adalah seorang wanita yang tewas dalam kecelakaan mobil. Dari hasil radiografi dan tes swab, hasilnya menunjukkan tak ada virus corona.

Dokter lantas menerima paru-paru itu untuk dipasang di tubuh pasien, namun setelah transplantasi, kondisi pasien tak kunjung membaik. Kesehatannya justru semakin menurun.

Rumah Sakit Universitas di Ann Arbor, Mich., yang melakukan transplantasi musim gugur lalu mulai mempertanyakan hasil tes Covid-19 yang mereka terima.

Ilustrasi operasi. (Pixabay)

Setelah melakukan pengecekan, mereka menyimpulkan bahwa pendonor memiliki virus corona yang telah menginfeksi tidak hanya pasien transplantasi, tetapi juga ahli bedah.

Ini adalah kasus pertama yang dilaporkan, di mana pasien tertular virus dari donor organ, menurut penulis laporan peer-review, yang diterbitkan dalam The American Journal of Transplantation pada 10 Februari.

Kepala petugas medis di United Network for Organ Sharing, David Klassen mengatakan setiap donor organ di Amerika Serikat diuji virus corona dengan cara tertentu.

“Tes tidak dilakukan oleh ahli bedah transplantasi, sebaliknya, mereka biasanya diawasi oleh kelompok nonprofit yang dikenal sebagai organisasi pengadaan organ, yang beroperasi di seluruh Amerika Serikat.”

Penerima organ yang mengidap penyakit paru obstruktif kronik berhasil dioperasi namun kondisinya memburuk beberapa hari kemudian.

“Tiba-tiba demam, tekanan darah rendah, pneumonia,” kata dr. Kaul spesialis penyakit menular di Michigan Medicine.

Related posts