Menko Zulhas Buat Program Olah Sampah Menjadi Tenaga Listrik

Berita Trend Indonesia – Seperti yang kita tahu, saat ini pemerintah telah berupaya semaksimal mungkin untuk meningkatkan kemakmuran negara Indonesia menjadi lebih baik lagi, dan mewujudkan cita-cita menjadi Indonesia Emas 2045.

Sebagai informasi bahwa saat ini pemerintah telah menggelar beberapa pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup masyarakat Indonesia.

Beberapa pembangunan tersebut meliputi pembangunan infrastruktur, perusahaan baru, Ibu Kota Nusantara, fasilitas umum, dan fasilitas olahraga.

Banyak negara tetangga yang memberikan apresiasi dan dukungan kepada negara Indonesia, karena pada akhirnya negara Indonesia adalah negara yang hebat dan berani untuk membangun Ibu Kota Baru, yakni Ibu Kota Nusantara.

Saat ini pemerintah yakin bahwa pada beberapa tahun kedepan, negara Indonesia akan menjadi pusat investasi di dunia, dan negara Indonesia akan menjadi negara hijau dan negara maju.

Baru-baru ini, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengumumkan bahwa pihaknya sedang mengejar regulasi tentang program tentang pengolahan sampah menjadi tenaga listrik pertama di Indonesia.

Menurut Zulkifli Hasan, langkah tersebut adalah langkah yang tepat untuk menuju Indonesia hijau dan Indonesia maju.

Dengan adanya sistem pengolahan sampah menjadi tenaga listrik tersebut, maka Indonesia tidak lagi bergantung dengan energi batu bara dan minyak bumi untuk mendapatkan listrik, dan jika program tersebut berhasil, maka Indonesia adalah salah satu negara yang berhasil menggunakan energi terbarukan dan ramah lingkungan dalam sektor listrik.

Program tersebut juga akan berpengaruh positif terhadap lingkungan dan alam di Indonesia, pasalnya dengan adanya program tersebut, maka limbah plastik di Indonesia akan sangat bermanfaat dan dapat di daur ulang menjadi energi listrik, tanpa harus terurai dan mencemari lingkungan.

Zulkifli Hasan menjelaskan, saat ini pihaknya telah berkoordinasi dan bekerjasama dengan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).

Menurut Zulkifli Hasan, Danantara adalah lembaga yang tepat untuk menangani program pengolahan sampah menjadi tenaga listrik, pasalnya Danantara mempunyai ilmu dan power yang kuat dalam bidang ekosistem teknologi dan investasi teknologi di dunia.

Zulkifli Hasan mengaku bahwa bisnis Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSA) adalah bisnis yang cukup menjanjikan dan telah diterapkan oleh beberapa negara di dunia, dan terbukti bahwa bisnis tersebut sangat menguntungkan.

Beberapa negara yang telah berhasil menerapkan PLTSA tersebut adalah negara Jepang, China, dan Korea Selatan.

Disisi lain, Zulkifli Hasan juga menjelaskan bahwa negara Indonesia merupakan negara dengan populasi tertinggi di dunia, dan dengan tingginya populasi tersebut, maka sampah juga akan menumpuk, bahkan beberapa daerah di Indonesia sudah mempunyai gunung sampahnya masing-masing.

Gunung sampah yang dimaksud ialah seperti tempat pembuangan sampah akhir (TPA).

Oleh karena itu, dengan adanya program pengolahan sampah menjadi tenaga listrik, pasti akan sangat bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan kepada wartawan di Kawasan Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, pada Jumat, 11 April 2025.

 

Tanggapan Danantara

Pembangkit Listrik Tenaga Sampah - Green Info

Chief Investmen Officer (CIO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) Pandu Sjahrir mengatakan, saat ini sudah banyak negara yang menerapkan program pengolahan sampah menjadi tenaga listrik.

Pandu Sjahrir menjelaskan, beberapa pekan yang lalu, pihaknya memang sudah tertarik dengan program tersebut, bahkan pihaknya juga telah melakukan pengkajian tentang kelebihan dan kekurangan investasi pengolahan sampah menjadi tenaga listrik.

Pandu Sjahrir juga mengaku bahwa investasi dalam bidang pengolahan sampah menjadi tenaga listrik memang sangat menjanjikan dan menguntungkan, dan jika dihitung dengan perbandingan akuntansi, maka balik modanya pasti akan sangat cepat, sekitar 5 sampai 6 tahun saja.

Disisi lain, Pandu Sjahrir juga menjelaskan bahwa saat ini Danantara telah berkoordinasi dengan Presiden Prabowo Subianto dan beberapa lembaga pemerintahan tentang program pengolahan sampah menjadi tenaga listrik di Indonesia.

Related posts