Menko Airlangga Sebut Perubahan Iklim Sangat Mempengaruhi Produksi Pangan di Indonesia

Berita Trend Indonesia – Seperti yang kita tahu, pada beberapa pekan yang lalu banyak masyarakat yang mengeluhkan bahwa harga beras mengalami kenaikan yang sangat drastis.

Sebagai informasi bahwa pada beberapa pekan yang lalu banyak masyarakat juga yang mengaku kesulitan untuk membeli beras, pasalnya, selain mengalami kenaikan harga, beras juga mengalami kelangkaan stok di pasaran.

Harga beras juga sangat melambung tinggi dari harga eceran tertinggi (HTE) yang telah ditetapkan.

Bukan hanya beras saja yang mengalami kenaikan harga, tetapi ada beberapa bahan pangan lain seperti bawang merah dan bawang putih yang juga mengalami kenaikan harga di pasaran.

Banyak masyarakat yang bertanya-tanya apa penyebab utama kenaikan harga komoditas bahan pangan di Indonesia.

Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (Bapanas/NFA), Arief Prasetyo Adi menjelaskan, kenaikan harga dan kelangkaan beras pada beberapa pekan yang lalu disebabkan oleh adanya badai El-Nino, dan kurangnya jumlah produksi produktif dari petani Indonesia.

Baru-baru ini, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengumumkan bahwa isu climate change atau perubahan iklim juga sangat berpengaruh bagi produksi pangan di Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, produksi pangan di Indonesia mengalami penurunan yang sangat drastis pada beberapa pekan yang lalu, dan hal tersebut mengharuskan Indonesia untuk melakukan impor pangan dari beberapa negara.

Airlangga Hartarto juga menjelaskan bahwa impor pangan pada tahun kemarin mencapai 3,6 juta, dan pada tahun 2024 ini kuotanya sudah berangsur menurun yakni di angka 3 juta.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di acara Rapat Kerja Nasional: Percepatan Penyelesaian dan Pra-Evaluasi PSN, pada Selasa, 14 Mei 2024.

Airlangga Hartarto mengaku bahwa kita perlu mengapresiasi kinerja pemerintah Indonesia, pasalnya di tengah adanya konflik global dan ekonomi global yang penuh dengan tekanan serta tidak stabli, tetapi pada realitanya ekonomi Indonesia justru tetap stabil dan cenderung semakin tangguh.

Berdasarkan data yang ada saat ini ekonomi Indonesia masih bertumbuh dengan baik, pada kuartal I 2024, ekonomi Indonesia dapat bertumbuh 5,11 persen.

Disisi lain, Airlangga Hartarto juga menegaskan bahwa tingkat inflasi di negara kita Indonesia masih sangat rendah dibandingkan dengan negara-negara lain.

 

Tanggapan Presiden Joko Widodo

Presiden Jokowi: Cadangan Beras Harus Ada Meski Produksi Surplus | Sekretariat Negara

Sebagai informasi bahwa pada beberapa hari yang lalu masyarakat sempat heboh karena Perum Bulog melakukan impor beras di momen panen raya.

Banyak masyarakat yang bertanya-tanya apakah impor beras yang dilakukan oleh Perum Bulog tersebut akan merugikan para petani beras di momen panen raya ini.

Presiden Joko Widodo mengatakan, impor beras harus tetap dilakukan karena untuk menjaga kestabilan harga beras di tingkat konsumen.

Presiden Joko Widodo juga mengaku bahwa langkah impor beras yang dilakukan oleh Perum Bulog tersebut tidak mencapai 5 persen dari total kebutuhan beras nasional.

Jadi, para petani beras tidak akan mengalami kerugian pada momen panen raya saat ini.

Presiden Joko Widodo juga menjamin bahwa kebutuhan beras nasional tahun ini akan tercukupi dan pemerintah juga akan menyalurkan bantuan cadangan pangan kepada keluarga penerima manfaat dari awal bulan Januari hingga Juni 2024.

Disisi lain, Presiden Joko Widodo juga berharap bahwa program bantuan cadangan pangan kepada keluarga penerima manfaat dapat dilanjutkan hingga akhir Desember 2024, namun semuanya tergantung kepada ketersediaan Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN).

 

Menjaga Harga Tetap Stabil

Presiden Jokowi Tinjau Ketersediaan Stok CBP di Gudang Bulog | Sekretariat Negara

Presiden Joko Widodo mengatakan, menjaga kestabilan harga beras tidaklah mudah, kalau kebutuhan masyarakat tinggi, pasti petani beras menjadi senang, karena harganya dapat di mark up atau dinaikan.

Oleh karena itu, untuk menjaga harga beras tetap stabil, pemerintah melakukan impor beras dari beberapa negara untuk menjaga kebutuhan masyarakat dan menjaga kestabilan harga.

Presiden Joko Widodo juga menghimbau kepada masyarakat agar tidak khawatir dan membeli beras secara berlebihan untuk stok dirumahnya, pasalnya jika hal tersebut dilakukan maka akan banyak masyarakat yang tidak mendapatkan beras.

Disisi lain, Presiden Joko Widodo juga berharap agar masalah beras dapat segera teratasi dan tidak ada lagi masyarakat yang tidak bisa membeli beras.

Related posts