Heboh Kebijakan Donald Trump Berpotensi Merugikan Industri Teknologi Global

Berita Trend Indonesia – Seperti yang kita tahu, pada beberapa pekan yang lalu, negara Amerika Serikat baru saja menyelenggarakan Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden Ke-60.

Sebagai informasi bahwa Pemilihan Umum Presiden Amerika Serikat tersebut diisi oleh dua calon kandidat, yakni Calon Presiden Donald Trump dan Calon Presiden Kamala Harris.

Diketahui, Pemilihan Umum Presiden Amerika Serikat 2024 berjalan dengan lancar, dan beberapa pekan kemudian negara Amerika Serikat telah resmi mengumumkan hasil suara dari kedua kandidat Calon Presiden dan Wakil Presiden tersebut.

Negara Amerika Serikat mengumumkan bahwa kandidat Donald Trump mendapatkan total perolehan suara 74.834.220, dan kandidat Kamala Harris mendapatkan total perolehan suara 71.239.698.

Berdasarkan perolehan suara dari masing-masing kandidat tersebut maka dapat disimpulkan bahwa kandidat Donald Trump telah unggul dan resmi menang dalam Pemilihan Umum Presiden Amerika Serikat 2024.

Kemenangan Donald Trump tersebut menuai banyak pro dan kontra dari sejumlah warganet dan tokoh politik serta para ekonom dunia.

Beberapa pihak penelitian menilai bahwa kemenangan Donald Trump tersebut akan membawa dampak negatif terhadap perekonomian global, khususnya kebijakan Donald Trump yang dapat menguntungkan negaranya sendiri, tanpa memikirkan negara sekutu atau negara lain.

Baru-baru ini, Presiden Terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah resmi mengeluarkan kebijakan tentang kenaikan tarif 32% untuk barang impor dari Indonesia.

Kebijakan Donald Trump tersebut dinilai akan menimbulkan konflik dan berpotensi menimbulkan dampak negatif signifikan terhadap sektor industri teknologi.

Menurut Penelitian dan Laporan dari CNBC, maka dijelaskan bahwa raksasa teknologi seperti Amazon, Nvidia, dan Meta telah mengalami penurunan saham secara signifikan yakni sekitar 7% selama beberapa hari berturut-turut.

Selanjutnya, merek hp raksasa dunia, yakni Apple juga mengalami penurunan nilai pasar sekitar USD 300 miliar.

Lalu, ada sektor semikonduktor dan komputer pribadi, termasuk Micron, HP, dan Dell, juga mengalami kerugian nilai pasar sekitar dua digit.

Para pakar ekonom dunia telah lama memberikan peringatan terhadap pihak pemerintahan Amerika Serikat (AS) tentang kebijakan mereka yang akan berpotensi merusak nilai pasar sektor industri dunia.

Bahkan, kebijakan dari pemerintahan AS tersebut juga memicu balasan dari kekuatan ekonomi di beberapa negara lainnya, dan jika balasan tersebut diluncurkan maka negara yang akan pertama kali mengalami kerugian besar adalah negara AS.

Setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan kenaikan tarif impor tersebut, akhirnya Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen dengan tegas mengumumkan bahwa pihaknya mempunyai banyak kartu atau senjata yang dapat digunakan untuk membalas kebijakan Donald Trump tersebut.

Bukan hanya Presiden Komisi Eropa saja, tetapi saat ini Juru Bicara Pemerintahan Prancis juga menjelaskan bahwa pihak Prancis siap menggelar perang dagang atau perang digital terhadap AS.

Harga Iphone Melonjak Hingga 40 Persen

Berapa Harga iPhone 16 di Indonesia? Ini Perkiraan dan Tanggal Rilis Resminya! - Tekno Liputan6.com

Beberapa pakar ekonom dunia menjelaskan, rantai pasokan industri teknologi global akan mengalami lonjakan harga yang besar-besaran, khususnya merek Apple, karena Apple adalah produk yang berasal dari Amerika Serikat.

Analogi yang dimaksud dengan lonjakan harga adalah seperti Apple yang memproduksi sebagian besar produk iPhone-nya di Tiongkok, yang terkena dampak signifikan dari tarif Donald Trump. Beberapa analis memperkirakan harga iPhone bisa melonjak hingga 40 persen.

Selanjutnya, raksasa e-commerce Amaron juga tergantung terhadap produk apa yang dijual oleh pihak vendor atau pihak ketiga di Tiongkok.

Industri teknologi yang paling terkena dampak negatif dari kebijakan Donald Trump tersebut adalah industri teknologi dalam bidang chips atau processor.

Terakhir, kebijakan tersebut juga akan menghambat penyebaran dan penyempurnaan teknologi pintar buatan seperti OpenAI, Oracle, dan Softbank.

Bahkan, beberapa pekan yang lalu, Donald Trump sempat melarang TikTok untuk beroperasi di negara Amerika Serikat (AS), dan jika ingin tetap melakukan kegiatan operasinya, maka TikTOk akan dikenakan tarif sebesar 34 persen.

Donald Trump menegaskan bahwa jika memang TikTok tidak menyetujui hal tersebut, maka TikTok akan resmi diblokir oleh Amerika Serikat (AS) pada Sabtu, 5 April 2025.

Disisi lain, Donald Trump juga menjelaskan bahwa kebijakan tersebut harus dilakukan karena saat ini TikTok telah menghasilkan lebih dari setengah triliun dolar bagi AS, dan penghasilan tersebut telah melebihi setengah dari dana kekayaan negara AS.

Related posts