Bea Cukai Sanksi 33 Pegawai Yang Terbukti Terlibat Fraud Periode 2025

Berita Trend Indonesia – Seperti yang kita tahu, saat ini korupsi sudah menjadi budaya dalam sektor pemerintahan, dan korupsi selalu ada pada setiap periodenya.

Sebagai informasi bahwa korupsi merupakan tindakan kejahatan yang melibatkan suatu individu, kelompok, maupun instansi, dan korupsi juga terdiri dari berbagai model seperti suap, manipulasi, perbuatan melawan hukum, merugikan keuangan negara, dan masih banyak lagi.

Diketahui, negara Indonesia adalah salah satu negara dengan tingkat tingkat korupsi paling tinggi di dunia.

Bahkan, beberapa oknum pejabat atau pemerintah di Indonesia telah melakukan korupsi hingga triliunan rupiah, dan hal tersebut sangat merugikan negara dan bangsa Indonesia.

Meskipun saat ini negara Indonesia sudah mempunyai tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), tetapi pada realitanya masih banyak oknum pejabat yang lolos dan melakukan korupsi besar-besaran.

Baru-baru ini, kasus tindak pidana korupsi yang sedang viral dan marak yakni terjadi di lingkungan Bea dan Cukai, korupsi yang dimaksud ialah tentang penyalahgunaan wewenang untuk memperkaya sejumlah oknum Bea dan Cukai terkait mark up nilai barang impor ekspor, memanipulasi dokumen palsu, memindahkan barang dari jalur merah ke hijau, penyelundupan, menerima gratifikasi, dan transaksi jual beli emas ilegal.

Hal tersebut tentunya sangat merugikan negara, khususnya dalam sektor produk domestik bruto atau pendapatan produk lokal.

Sebagai contoh yakni saat ini thrifting atau impor pakaian bekas sudah jelas dilarang oleh negara, tetapi saat ini masih ada saja oknum Bea dan Cukai yang meloloskan produk pakaian bekas tersebut ke Indonesia, dan hal tersebut sangat berdampak negatif terhadap produk lokal khususnya sektor tekstil.

Bukan hanya pakaian bekas saja, tetapi saat ini masih barang bekas lain dari negara luar yang diperjual belikan secara bebas di Indonesia, mirisnya lagi masyarakat lokal justru antusias untuk membeli barang bekas luar negeri tersebut.

Padahal, jika dilihat dari segi kualitas, produk lokal buatan Indonesia mempunyai kualitas yang cukup unggul dan tidak kalah saing dengan produk luar.

Banyak perusahaan tekstil lokal dan perusahaan manufaktur yang mendesak pemerintah dan pejabat tinggi Bea dan Cukai untuk menindak tegas para pelaku atau oknum Bea dan Cukai yang telah berbuat curang atau menerima suap dari negara lain agar produk negara lain dapat masuk ke Indonesia.

Bahkan, para kelompok perusahaan lokal juga mendesak para keamanan atau aparat negara untuk siaga dan memantau aktivitas mencurigakan yang ada di pelabuhan, karena biasanya barang penyelundupan atau barang ilegal datangnya dari jalur laut dan mendarat di pelabuhan.

Karena banyaknya desakan dan protes dari para pelaku usaha lokal, akhirnya pihak Bea dan Cukai melakukan bersih-bersih internal mereka dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) juga akan menindak tegas terhadap puluhan pegawai Bea dan Cukai yang terbukti melakukan tindakan fraud dan pelanggaran disiplin berat.

Komitmen Bea dan Cukai

Direktur Komunikasi dan Bimbingan Pengguna Jasa DJBC Nirwala Dwi Heryanto mengatakan, pada tahun yang baru ini, pihaknya akan melakukan pembersihan internal terhadap siapapun yang telah melakukan pelanggaran, dan pembersihan internal ini juga merupakan komitmen Bea dan Cukai dalam meningkatkan kualitas dan integritas Sumber Daya Manusia (SDM) Bea Cukai.

Nirwala Dwi Heryanto menjelaskan, setelah dilakukan pemeriksaan internal, maka mendapatkan hasil bahwa pada tahun 2025 telah terdapat 33 pegawai Bea dan Cukai yang terbukti melakukan fraud dan pelanggaran disiplin berat.

Menurut Nirwala Dwi Heryanto, tingkat fraud dan pelanggaran pegawai Bea dan Cukai telah mengalami kenaikan dibandingkan dengan periode sebelumnya, pada tahun 2024 lalu, hanya terhadap 27 pegawai yang terbukti melakukan fraud dan pelanggaran disiplin berat.

Nirwala Dwi Heryanto menegaskan bahwa pihaknya akan berkomitmen untuk terus melindungi masyarakat, menjaga penerimaan negara, dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui Bea Cukai yang profesional dan berintegritas.

 

Kesempatan Dari Menkeu Purbaya

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa usai rapat di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (4/12/2025). (Foto: Liputan6.com/Arief RH)

Menteri Keuangan (Menkeu) Republik Indonesia (RI) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, dirinya akan memberikan kesempatan selama 1 tahun kedepan terhadap Bea Cukai untuk memperbaiki kinerjanya, dan jika dalam 1 tahun kedepan kinerja Bea Cukai tak kunjung membaik, maka dirinya tidak akan segan untuk membubarkan Bea Cukai.

Menurut Purbaya Yudhi Sadewa, hal yang paling penting untuk ditingkatkan dalam internal Bea Cukai yakni adalah sektor teknologi dan sistem pemeriksaan.

Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan, teknologi sistem pemeriksaan Bea Cukai harus berbasis teknologi terbaru yakni kecerdasan buatan atau AI, dengan adanya teknologi terbaru yang canggih maka kita menjadi naik kelas, menjadi lebih adaptif, inovatif, lebih berbasis data, lebih siap menghadapi modus kejahatan perdagangan internasional dan kita lebih bisa mengawasin dengan mudah seperti kita di lapangan. Karena titik yang dicek lebih sedikit.

Perbaikan dan peningkatan sistem teknologi Bea Cukai memang harus dilakukan, karena mengingat lagi bahwa saat ini terdapat pihak yang mengatakan bahwa sistem Bea Cukai telah bocor sana sini dan barang ilegal juga telah lolos dalam sistem.

Salah satu pihak yang mengatakan bahwa sistem Bea Cukai sudah tidak layak yakni Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim Hashim Djojohadikusumo.

Hashim Djojohadikusumo mengatakan, sistem pajak dan Bea Cukai di Indonesia sangatlah bobrok dan hal tersebut membuat penerimaan negara menjadi tidak optimal dan tidak sesuai dengan target yang telah ditentukan.

Purbaya Yudhi Sadewa mengaku bahwa pernyataan dari Pak Hashim Djojohadikusumo memang tidak salah, dan saat ini seluruh pihak Bea dan Cukai sedang berupaya semaksimal mungkin untuk memperbaiki dan meningkatkan sistem serta kinerja mereka, bahkan Bea dan Cukai juga akan melibatkan pihak terkait dan para ahli untuk mengoptimalkan perbaikan dan peningkatan sistem mereka.

Related posts