Hutan di Daerah Gunung Kidul Menjadi Penggerak Ekonomi Warga Desa, Berikut Penjelasannya

Berita Trend Indonesia – Seperti yang kita tahu, Kabupaten Gunung Kidul merupakan suatu wilayah yang terletak di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Indonesia.

Sebagai informasi bahwa Kabupaten Gunung Kidul sangat terkenal dengan keindahan alam-nya, yakni sangat banyak sekali pantai-pantai berpasir putih yang indah dan ikonik,

Berdasarkan data yang ada, maka dijelaskan bahwa Kabupaten Gunung Kidul mempunyai luas wilayah sekitar kurang lebih 1.485,36 kilometer persegi (km²).

Bahkan, sampai saat ini Kabupaten Gunung Kidul telah dinobatkan sebagai salah satu daerah pariwisata pantai terbesar dan terindah di Indonesia.

Diketahui, saat ini telah terdapat kurang lebih 10 hingga 110 pantai yang tersebar di seluruh daerah Kabupaten Gunung Kidul.

Alasan mengapa Kabupaten Gunung Kidul mempunyai banyak pantai yakni karena Kabupaten Gunung Kidul merupakan daerah pengangkatan Tektonik Karst oleh pegunungan karst atau batu kapur purba yang mengalami pengangkatan tektonik dari dasar laut sejak jutaan tahun yang lalu.

Lalu, tebing dan teluk kecil yang terbentuk di area Gunung Kidul terbentuk secara alami dan merupakan proses geologis yang pada akhirnya membentuk garis bujur pantai.

Beberapa contoh pantai terkenal yang ada di Kabupaten Gunung Kidul sendiri ialah seperti Pantai Indrayanti, Pantai Pok Tunggal, Pantai Timang, Pantai Drini, Pantai Ngobaran, Pantai Baron, Pantai Wediombo, Pantai Heha, dan lainnya.

Meskipun Kabupaten Gunung Kidul mempunyai banyak pantai, tetapi pada realitanya, aktivitas ekonomi masyarakat bukan berasal dari sektor laut saja, melainkan aktivitas ekonomi masyarakat Gunung Kidul juga bertumbuh di dalam hutan.

Berdasarkan data yang ada, maka dijelaskan bahwa saat ini Kabupaten Gunung Kidul telah mempunyai luas hutan sekitar kurang lebih 87 hektare.

Hutan yang ada di Gunung Kidul tersebut sebagian besar dimanfaatkan sebagai kawasan pangan berbasis lingkungan dengan menggunakan skema budidaya pohon nangka.

Budidaya pohon nangka di daerah Gunung Kidul sangat besar dan masif, karena nangka sendiri merupakan bahan baku utama untuk pembuatan kuliner khas DIY yakni makanan gudeg.

Oleh karena itu, permintaan nangka sangat tinggi, dan sebagian besar masyarakat Gunung Kidul adalah pemasok nangka untuk gudeg-gudeg yang ada di Jogja.

Program pengembangan budidaya pohon nangka di Gunung Kidul telah mengantongi izin resmi dari Pemerintah Daerah, dan telah mempunyai program unggulan yakni Hutan Lestari Wanaboga Nangka di Petak 58 RPH Candi, BDH Karangmojo, Kalurahan Jatiayu, Kapanewon Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul.

Program tersebut merupakan program pengembangan dari pihak Pertamina dengan menggandeng masyarakat sekitar dan Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY.

Program tersebut mempunyai tujuan utama untuk meningkatkan ketersediaan pangan masyarakat sekitar, menjadi pasokan kuliner Jogja, dan meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat Gunung Kidul.

Tanggapan Pertamina Soal Hutan Gunung Kidul

Jalan-jalan ke Gunungkidul, Jangan Lupa ke Gunung Api Purba - food_travel Cantika.com

Komisaris PT Pertamina (Persero), Nanik S. Deyang mengatakan, program tentang pemanfaatan hutan di Gunung Kidul merupakan program strategis untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional, dan tentunya hal tersebut sangat selaras dengan program unggulan Presiden Prabowo Subianto tentang swasembada pangan nasional.

Arti dari swasembada pangan nasional sendiri ialah kemampuan suatu negara untuk memenuhi kebutuhan pangan harian penduduknya secara mandiri dari hasil panen produksi dalam negeri sendiri, dan tanpa ketergantungan dengan produk impor.

Nanik S. Deyang menjelaskan, program yang dibangun dengan Pertamina tersebut juga melibatkan Pemerintah Daerah DIY dan arahan langsung dari Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam pemanfaatan hutan untuk kesejahteraan rakyat.

Nanik S. Deyang megaku bahwa program pemanfaatan hutan tersebut telah melibatkan 400 kelompok petani lokal.

Perwakilan Kelompok Tani Hutan Lestari Wanaboga Nangka, Ngatimin mengatakan, pihaknya berharap agar Pertamina dan Pemerintah Daerah selalu memberikan pendampingan serta bantuan, agar kelompok tani di daerah Gunung Kidul merasa diperhatikan dan mempunyai semangat juang yang tinggi dalam menyukseskan program pemanfaatan hutan tersebut,

Related posts