Berita Terkini – Seperti yang kita tahu, akhir-akhir ini Bank Mandiri sedang menjadi perbincangan banyak masyarakat Indonesia.
Sebagai informasi bahwa Bank Mandiri juga sempat viral serta menjadi trending topik di sejumlah platform berita dan sosial media nasional, seperti Liputan, Kompas, X, Instagram, dan Facebook.
Viralnya Bank Mandiri tersebut diawali dengan kasus pemblokiran nomor rekening milik Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersat u (KAMP) Supriyono atau biasa dikenal dengan sebutan Botok Pati.
Diketahui, nomor rekening milik Botok Pati tersebut diblokir saat menjelang agenda aksi demo di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia (RI), Senayan, Jakarta Pusat, pada Kamis, 27 Agustus 2026.
Aksi demo Botok Pati bersama aliansinya tersebut mengusung tema pemberantasan korupsi dengan tuntutan utama mendesak pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset dan penerapan hukuman mati bagi koruptor.
Menjelang beberapa hari aksi demo, Botok Pati justru mendapatkan kejadian yang kurang menyenangkan, salah satunya ialah rekening bank nya di blokir dengan alasan yang kurang masuk akal.
Rekening Bank Mandiri milik Botok Pati yang diblokir tersebut berisi total saldo Rp. 80,9 juta, saldo tersebut merupakan uang pribadi sekaligus dana donasi untuk aksi demo di Jakarta besok Kamis.
Botok Pati mengatakan, dirinya mempunyai bukti bahwa rekeningnya memang benar-benar di blokir saat mendekati hari aksi demo di Jakarta.
Menurut Botok Pati, uang tersebut harusnya digunakan untuk mempersiapkan akomodasi dan konsumsi, tetapi menjelang hari H justru rekening tersebut di blokir.
Menurut Botok Pati, pemblokiran dilakukan secara sepihak oleh bank tanpa adanya konfirmasi atau pemberitahuan sebelumnya, dan hal tersebut dapat sangat memicu tekanan serta persepsi buruk masyarakat sipil terhadap pihak bank dan politik.
Disisi lain, Botok Pati mengaku bahwa meskipun saat ini anggaran dana di rekening pribadinya terganggu dan diblokir oleh pihak bank, tetapi hal tersebut tidak membuatnya gentar untuk tetap melakukan aksi demo besok Kamis di gedung DPR dan MPR RI Jakarta.
Demo akan tetap berjalan seperti agenda awal, dan saat ini seluruh aksi massa telah bergotong royong untuk mengumpulkan dana sumbangan agar demo tetap berjalan dengan lancar tanpa kekurangan dana akomodasi dan konsumsi.
Botok Pati mengaku bahwa pihaknya bukan kriminal, pihaknya bukan teroris, pihaknya adalah kelompok baik-baik yang datang ke Jakarta dengan membawa aspirasi Rakyat dan tidak ada niat sedikitpun untuk bertindak rusuh.
Oleh karena itu, pihaknya berharap agar pemerintah dan aparat tidak bertindak semena-mena dalam menahan aksi massa demonstran, bahkan pihaknya berharap agar pemerintah dan aparat tetap memberikan ruang terbuka dan menjaga para demonstran.
Pemblokiran Sosial Media dan Boikot Bank Mandiri

Diketahui, polemik Botok Pati tidak berhenti sampai pemblokiran nomor rekening saja, melainkan beberapa akun sosial media milik Anggota AMPB juga turut diblokir oleh pihak pemerintahan.
Sejumlah selebgram asal Pati juga turut mengaku bahwa akun sosial medianya dibatasi oleh pihak platform, dan pihak yang mempunyai wewenang untuk pembatasan konten tersebut ialah Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Karena polemik semakin menyebar, alhasil banyak masyarakat yang berbondong-bondong untuk menarik seluruh dananya dari Bank Mandiri ke bank lain.
Sejumlah pihak juga melakukan boikot terhadap Bank Mandiri, dan mereka sudah tidak percaya lagi dengan keamanan dan privasi nasabah Bank Mandiri.
Tanggapan Bank Mandiri

Karena kredibilitas Bank Mandiri semakin menurun akibat polemik pemblokiran nomor rekening Botok Pati, akhirnya pihak Bank Mandiri secara resmi mengumumkan pernyataan maaf dan penjelasan pemblokiran tersebut.
Bank Mandiri mengumumkan, Hai Sahabat, dapat kami sampaikan, Bank Mandiri memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan kepada nasabah terkait pemblokiran rekening. Pemblokiran tersebut merupakan tindak lanjut atas permintaan aparat penegak hukum dan telah dilakukan sesuai prosedur serta ketentuan yang berlaku.
Pihak Bank Mandiri juga menghimbau kepada seluruh nasabah untuk mempertimbangkan kembali niat penutupan rekening di Bank Mandiri.
Pihak Bank Mandiri mengklaim bahwa Kami berharap Sahabat tetap menjadi bagian dari keluarga besar Bank Mandiri. Jika ada kendala atau alasan khusus terkait rencana penutupan rekening, kami siap membantu mencarikan solusi terbaik.
Disisi lain, Bank Mandiri juga menjelaskan, pemblokiran rekening tidak akan berpengaruh sedikitpun tentang rencana AMPD dan ARIB untuk melakukan aksi demo di Jakarta.
