Berita Trend Indonesia – Seperti yang kita tahu, dalam beberapa pekan kedepan, kita akan merayakan hari raya Idul Fitri 1445 Hijriah atau Lebaran 2025.
Sebagai informasi bahwa hari raya Idul Fitri atau Lebaran merupakan hari yang dinanti-nantikan oleh setiap orang di Indonesia, khususnya bagi yang beragama muslim.
Pasalnya, pada hari raya Idul Fitri atau Lebaran tersebut pasti banyak umat muslim yang diliburkan oleh perusahaan atau tempat kerjanya.
Hari libur yang diberikan oleh perusahaan, biasanya dimanfaatkan oleh masyarakat untuk melakukan mudik atau pulang ke kampung halamannya.
Diketahui, sepekan menjelang lebaran pasti banyak daerah atau jalan yang mengalami kepadatan atau kemacetan, karena banyaknya orang yang melakukan mudik.
Mudik dapat dilakukan dengan berbagai cara yaitu dengan menggunakan kendaraan pribadi atau menggunakan kendaraan umum yang telah disediakan pemerintah maupun swasta.
Baru-baru ini, PT Jasa Marga (Persero) Tbk mengumumkan bahwa pihaknya akan memberikan pembebasan tarif di tiga ruas jalan tol Pulau Jawa.
Pembebasan tarif tersebut berlaku dari menjelang dan sampai akhir liburan Lebaran 2025.
Direktur Utama Jasa Marga Subakti Syukur menjelaskan, tigas ruas jalan tol yang diberikan pembebasan tarif tersebut meliputi Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulonprogo segmen Prambanan-Purwomartani 6,78 km (Taman Martani). Tol Probolinggo-Banyuwangi segmen Gending-Paiton sepanjang 23,47 km, dan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan dari Sadang-Bojongmangu 31,25 km.
Subakti Syukur juga menjelaskan bahwa adanya pembebasan tarif tersebut menjadi bukti bahwa PT Jasa Marga mempunyai rasa kepedulian terhadap para masyarakat Indonesia yang akan melakukan mudik Lebaran 2025.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Utama Jasa Marga Subakti Syukur kepada wartawan di Kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Jakarta, pada Selasa, 4 Maret 2025.
Menurut Subakti Syukur, dengan adanya pembebasan tarif di tiga ruas jalan tol tersebut, maka kepadatan atau kemacetan hebat tidak akan terjadi.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh beberapa lembaga survey, maka dijelaskan bahwa kemacetan atau kepadatan lalu lintas hebat akan terjadi di beberapa daerah Pulau Jawa, khususnya Ibu Kota di setiap Provinsi di Pulau Jawa.
Memberikan Diskon

Direktur Utama Jasa Marga Subakti Syukur mengatakan, pihaknya tidak hanya memberikan pembebasan tarif di tiga ruas tol daerah Pulau Jawa saja, melainkan saat ini pihaknya telah menerbitkan diskon tarif tol sebesar 20 persen yang berlaku selama 6 hari pada periode liburan Lebaran 2025.
Subakti Syukur menjelaskan, waktu diskon tarif tol adalah 4 hari di arus mudik lebaran pada 24-27 Maret 2025, dan diskon tarif tol juga akan berlaku dalam 2 hari pada arus balik lebaran, yakni pada 8 April 2025.
Subakti Syukur mengaku bahwa anggaran pembebasan tarif atau diskon tersebut diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Menurut Subakti Syukur, pendapatan negara yang didapatkan oleh pajak atau lainnya, harus dikelola dengan baik dan dikembalikan lagi untuk kepentingan serta kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Menunggu Keputusan Final

Direktur Utama Jasa Marga Subakti Syukur mengatakan, dalam beberapa waktu kedepan, pihaknya akan mengumumkan tentang keputusan final terkait pembebasan tarif jalan tol dan diskon jalan tol di seluruh daerah Indonesia.
Subakti Syukur menjelaskan, saat ini pihaknya sedang berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan dan pihak terkait guna kelancaran transportasi atau lalu lintas saat momen Lebaran 2025.
Subakti Syukur juga menjelaskan bahwa besaran tarif diskon akan ditentukan dari jenis mobil, merek mobil, pajak mobil, dan beberapa kriteria lainnya.
Disisi lain, Subakti Syukur juga menegaskan bahwa diskon tarif jalan tol tidak berlaku terhadap masyarakat mampu atau masyarakat yang masuk dalam golongan ke atas.
