Berita Trend Indonesia – Baru-baru ini, warganet dihebohkan dengan kabar bahwa gas Liquified Petroleum Gas (LPG) 3 kg di daerah Balikpapan langka, dan harga juga melambung tinggi.
Banyak selebgram serta masyarakat Balikpapan yang melakukan demo di sosial media dengan turut menandai akun resmi dari Pertamina Indonesia.
Area Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Arya Yusa Dwicandra mengatakan, pihak Pertamina telah melakukan penyaluran gas elpiji 3 kg di Balikpapan pada 9 Juli 2023 lalu.
Arya Yusa Dwicandra juga menegaskan bahwa penyaluran yang dilakukan pada tanggal tersebut juga melebihi batas wajar dari yang seharusnya.
Sebagai informasi bahwa pada tanggal 9 Juli 2023 lalu pihak Pertamina telah resmi melakukan penyaluran tabung gas elpiji 3 kg di Balikpapan sejumlah 3,1 juta tabung.
Arya Yusa Dwicandra mengaku, jika dibandingkan maka penyaluran telah melebihi kuota sekitar 8 persen. Sehingga, hal tersebut merupakan peringatan bagi Pertamina dan Pemerintah Daerah untuk mengatur agar kuota cukup hingga akhir tahun 2023 ini.
Untuk menanggapi keluhan dari masyarakat Balikpapan yang mengatakan bahwa tabung gas elpiji 3 kg langka dan harga melambung tinggi, maka pihak Pertamina bekerja sama dengan pemerintah akan menggelar operasi pasar pada pekan ini.
Arya Yusa Dwicandra mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan LPG 3 kg bersubsidi, saat ini pihak Pertamina telah menyalurkan lebih dari 7.000 tabung LPG disalurkan melalui operasi pasar di Balikpapan Barat, Tengah, Timur, Selatan dan Utara.
Diketahui, untuk menyalurkan gas elpiji bersubsidi 3 kg, pihak Pertamina telah mempunyai 2 Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) PSO di Balikpapan.
Arya Yusa Dwicandra juga menegaskan bahwa tabung gas elpiji 3 kg ditujukan untuk masyarakat kelas menengah kebawah atau masyarakat yang kurang mampu serta usaha mikro (UMKM).
Jadi, untuk masyrakat kelas menengah dan pengusaha diwajibkan untuk membeli tabung gas non subsidi yaitu Bright gas 5,5 kg atau 12 kg.
Berikut terdapat beberapa golongan yang tidak boleh menggunakan tabung gas subsidi 3 kg:
- Pengusaha rumah makan dan restoran dengan kategori besar
- Peternakan ayam, sapi, kambing, dan sebagainya
- Perkebunan
- Pengusaha laundry
- Masyarakat dengan ekonomi mampu
Harga Gas LPG Lebih Dari Rp 50 Ribu

Area Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Arya Yusa Dwicandra mengatakan, tabung gas LPG merupakan tabung gas bersubsidi yang diberikan pemerintah untuk masyarakat yang kurang mampu.
Diketahui, dana subsidi tabung gas 3 kg tersebut didapatkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Arya Yusa Dwicandra menjelaskan, saat ini pemerintah telah menetapkan kebijakan untuk penyaluran gas LPG.
Kebijakan yang dimaksud ialah pemerintah telah membatasi kuota gas subsidi 3 kg.
Arya Yusa Dwicandra juga menegaskan bahwa pihak Pertamina telah bekerjasama dengan pemerintah serta aparat penegak hukum untuk menegakan keadilan akan adanya penyelewengan penyaluran gas subsidi LPG 3 kg.
Arya Yusa Dwicandra mengaku, pada beberapa pekan yang lalu pihaknya sempat menemukan bahwa ada toko yang menjual gas subsidi LPG dengan harga lebih dari Rp 50 ribu.
Pihak Pertamina langsung menindaklanjuti hal tersebut, dan akhirnya telah ditemukan akar penyebab akan adanya kelangkaan gas LPG di Balikpapan dan sekitarnya.
Arya Yusa Dwicandra berharap bahwa jika ada masyarakat yang menemukan akan adanya kecurangan tentang gas LPG 3 kg, maka masyarakat harap menghubungi kontak Pertamina 123 atau melalui aplikasi MyPertamina.
