DPRD DKI Ajak Masyarakat Pakai Kendaraan Listrik Untuk Mengurangi Polusi Udara

Berita Trend Indonesia – Seperti yang kita tahu, saat ini kualitas udara di DKI Jakarta sangat buruk.

Dirjen Pengendalian Pencemaran & Kerusakan Lingkungan KLHK, Sigit Reliantoro mengatakan, 70 persen penyebab kualitas udara di DKI Jakarta buruk karena disebabkan oleh polusi kendaraan, dan sisanya yaitu industri serta pembakaran lain.

Diketahui, saat ini populasi kendaraan di DKI Jakarta telah mencapai 26,37 juta unit pada 2022, dan angka tersebut akan meningkat 4m39 persen setiap tahunnya.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah merencanakan berbagai upaya atau cara untuk mengantisipasi buruknya kualitas udara di DKI Jakarta.

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi, menghimbau masyarakat untuk mulai bisa beralih ke kendaraan listrik, pasalnya saat ini sudah ada subsidi mobil listrik dari pemerintah untuk mengurangi buruknya kualitas udara.

Prasetyo Edi Marsudi mengatakan, pemerintah telah mempersiapkan sejumlah program untuk melakukan peralihan energi gas dan bahan bakar minyak ke energi listrik.

“Ya kita kan semua akan menuju kesitu ke mobil listrik, nah kita tetap berkampanye bagaimana masyarakat menggunakan mobil listrik,” ujar Prasetyo Edi Marsudi.

Prasetyo Edi Marsudi mengaku bahwa pemerintah juga telah mempersiapkan transportasi umum yang mudah dan efisien, sehingga masyarakat tidak perlu mengeluarkan kendaraan pribadinya saat berpergian.

“Yang kedua transportasi massa juga lagi berjalan, ya mudah-mudahan kan nggak langsung tiba-tiba jadi kan lagi berjalan semua. Kan ada pembangunan MRT fase 2, nanti difase 3 nya, semuanya lagi berjalan,” ujar Prasetyo Edi Marsudi.

“Dari situ baru penekanannya, aturannya ada mungkin jadi ERP (Electronic Road Pricing) karena Jakarta sebagai penunjang Bekasi, Bogor, Tangsel (Tangerang Selatan),” sambungnya.

 

Penjelasan Dinas Lingkungan Hidup Jakarta

Apa penyebab udara Jakarta sangat buruk? - Greenpeace Indonesia

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta mengklaim bahwa kualitas udara di DKI Jakarta sangatlah buruk, dan bahkan langit-langit sudah tampak gelap akibat udara yang kotor.

Sub Koordinator Kelompok Pemantauan Lingkungan Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH DKI Jakarta Rahmawati menjelaskan, selain dipengaruhi oleh polusi kendaraan, buruknya kualitas udara di DKI Jakarta juga dipengaruhi oleh kawasan Industri di wilayah penyangga Ibu Kota.

“Karena adanya pergerakan polutan akibat pola angin yang membawa polutan bergerak dari satu lokasi ke lokasi yang lain,” ujar Rahmawati.

“Untuk polutan SO2 sumber terbesar itu sektor industri. Sedangkan untuk NOx, CO, PM10 dan PM2,5 didominasi oleh sektor transportasi,” sambungnya.

Rahmawati juga mengaku bahwa buruknya kualitas udara DKI Jakarta juga dipengaruhi oleh faktor musim kemarau yang berkepanjangan.

 

Penjelasan Gubernur DKI Jakarta

Heru Budi Hartono Akan Dilantik Jadi Pj Gubernur DKI pada 17 Oktober

Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono memberikan tanggapan yang lucu dan candaan saat dirinya ditanya tentang solusi kualitas udara yang buruk di DKI Jakarta.

“Iya, saya tiup aja,” ujar Heru Budi Hartono.

Heru Budi Hartono tidak banyak menyampaikan jawaban saat dirinya ditanya tentang kualitas udara yang buruk, namun dirinya hanya menghimbau masyarakat untuk segera beralih ke kendaraan listrik.

“Ya dipercepat motor listrik, mobil listrik terus bahan bakarnya yang memang memenuhi syarat. Ya harus semua pihak mengikuti lah,” tutup Heru Budi Hartono.

Related posts