Berita Trend Indonesia – Seperti yang kita tahu, saat ini pemerintah sedang berupaya semaksimal mungkin untuk menyelaraskan program digitalisasi di seluruh daerah Indonesia.
Sebagai informasi bahwa program digitalisasi merupakan proses penggunaan teknologi digital untuk mengubah dan meningkatkan cara kerja, layanan, dan sistem agar lebih efektif, efisien, cepat, dan mudah di akses.
Program digitalisasi tersebut sangat penting dilakukan, karena saat ini digitalisasi hanya berlaku di daerah perkotaan maju saja, tetapi sejumlah warga yang tinggal di desa maupun pedalaman masih belum dapat merasakan digitalisasi tersebut.
Bahkan, di sejumlah daerah pelosok di Indonesia masih kesulitan dalam mendapatkan sinyal handphone, sinyal antena tv, dan rendahnya pasokan listrik.
Sebagai contoh nyata bahwa saat ini sebagian warga yang tinggal di daerah perkotaan telah mempunyai akses penuh dan kemudahan dalam mengakses teknologi, seperti mendapatkan sinyal yang maksimal, pasokan listrik yang kuat, dan kemudahan dalam melakukan transaksi karena ATM dan bank berada di mana-mana.
Hal tersebut sangat berbanding terbalik bagi sebagian besar masyarakat yang tinggal di desa atau daerah pelosok, karena sebagian besar warganya masih belum mengerti tentang teknologi digital dan tidak mempunyai akses untuk kemudahan transaksi.
Untuk dapat segera mewujudkan program digitalisasi tersebut, pemerintah turut menghimbau kepada perusahaan swasta untuk membantu melakukan penyelarasan program digitalisasi, khususnya mereka para perusahaan sektor perbankan, agar warga desa mempunyai kemudahan akses untuk melakukan transaksi maupun menyimpan harta mereka.
Salah satu perusahaan sektor perbankan yang turut membantu program digitalisasi tersebut ialah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Melalui Mantri BRI, pihaknya telah menggelar program penyelarasan perbankan di sejumlah daerah, yakni khususnya di daerah wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).
Sebagai informasi bahwa Mantri BRI adalah petugas lapangan yang bekerja untuk melayani, memasarkan, dan mengelola segmen Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Salah satu Mantri BRI, Elce Putri Bontong mengatakan, dirinya telah mempunyai tugas di daerah Desa Karre Pananian, Kecematan Naggala, Kabupaten Toraja Utara.
Menurut Elce Putri Bontong, daerah yang ditempatkannya tersebut adalah daerah pedesaan dimana wilayahnya didominasi dengan pegunungan yang terkadang susah sinyal dan susah pasokan listrik.
Meskipun sangat sulit dalam pasokan sinyal dan listrik, dirinya tetap tidak gentar dalam melakukan program digitalisasi terhadap warga desa.
Ternyata, kegigihan dan kerja keras Elce Putri Bontong tersebut membuahkan hasil yang positif, karena dirinya berhasil mendaftarkan sebagian besar warga desa menjadi nasabah BRI.
Berdampak Positif
Warga desa mengaku bahwa dirinya sangat senang karena ada pihak BRI yang datang langsung ke daerahnya untuk menawarkan produk dan mengedukasi tentang sektor perbankan.
Dengan adanya pendaftaran dan edukasi tersebut, banyak sekali petani dan peternak yang terbantu karena saat ini mereka sudah mempunyai kemudahan dalam melakukan transaksi digital, mengajukan pinjaman serta tabungan, dan pinjaman tersebut biasanya digunakan untuk menambah modal beli indukan, proses perawatan, dan bahan lainnya.
Elce Putri Bontong menjelaskan, dalam tugas tersebut, dirinya telah melakukan edukasikan pelan-pelan tentang pentingnya menabung di bank. dirinya juga membuat satu BRILink Agen di desa, tujuannya untuk mempermudah masyarakat menyimpan atau mengambil uang. Orang Toraja ini kan perantau ya, banyak yang anak-anaknya kerja di luar kota, luar pulau. Jadi, mereka tidak perlu titip uang ke orang lain lagi kalau mau kirim uang ke keluarganya.
Elce Putri Bontong mengaku bahwa dirinya sangat senang dalam menjalankan tugas tersebut, karena dirinya melihat sendiri dengan adanya pembukaan rekening dan program pinjaman, maka mereka para peternak mampu mengembangkan usahanya, dari awalnya hanya mempunyai 1-2 ternak, dan saat ini sudah mempunyai lebih dari 100 ternak.
