Berita Trend Indonesia – Seperti yang kita tahu, saat ini pemerintah sedang berupaya semaksimal mungkin untuk mendukung pertumbuhan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia.
Sebagai informasi bahwa UMKM merupakan suatu usaha atau bisnis yang produktif dan dikelola langsung oleh perorangan, kelompok, rumah tangga, atau badan usaha berskala kecil.
Diketahui, UMKM sangat berpengaruh positif terhadap perekonomian nasional, contoh positif yang ditimbulkan dari adanya UMKM ialah seperti membuka banyak lapangan kerja, berkontribusi besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), membantu menekan angka kemiskinan, menumbuhkan perekonomian daerah, devisa negara, dan meningkatkan aktivitas transaksi harian masyarakat.
Sebagian besar pakar mengklaim bahwa UMKM dapat dikatakan sebagai jantung suatu negara, karena meskipun berskala kecil, UMKM tidak dapat diremehkan, dan UMKM sudah menjadi bagian dari kehidupan sosial ekonomi masyarakat Indonesia.
Oleh karena itu, saat ini pemerintah terus mendorong perkembangan UMKM di Indonesia, dan berharap agar seluruh UMKM mampu mempunyai produk dengan kualitas yang unggul, bernilai tinggi, serta dapat bersaing di pasar global.
Baru-baru ini, Suku Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Sudin PPKUKM)Jakarta Barat telah melakukan kunjungan dinas ke Institut Media Digital Emtek (IMDE).
IMDE sendiri merupakan suatu perguruan tinggi swasta di bawah naungan langsung dari group PT Elang Mahkota Teknologi (EMTEK) yang merupakan salah satu perusahaan sektor media, teknologi, layanan kesehatan, dan telekomunikasi terbesar di Indonesia.
Kepala Sudin PPKUKM Jakarta Barat Andronico Parulian mengatakan, saat ini telah terdapat total 42.000 UMKM yang bergerak dalam berbagai sektor di daerah Jakarta Barat, dan mereka sangat memerlukan pendampingan dan dukungan dari sejumlah pihak untuk mengembangkan bisnisnya, khususnya dalam pendampingan teknologi digital.
Menurut Andronico Parulian, dunia teknologi digital sangat mempunyai peran penting untuk mengembangkan usaha para UMKM di Indonesia, karena dengan adanya teknologi maka mereka para pelaku usaha dapat mempromosikan produknya secara luas, bahkan hingga pasar internasional.
Terlebih lagi, saat ini kita telah di hidup di zaman modern, dimana teknologi sudah berkembang dengan sanagt pesat, bahkan saat ini telah terdapat teknologi kecerdasan buatan atau AI.
Oleh karena itu, UMKM harus adaptasi dan melek dengan perkembangan teknologi saat ini, sehingga mereka dapat bersaing di tengah berkembangnya ekonomi digital.
Tanggapan IMDE

Rektor IMDE Totok A. Soefijanto mengatakan, pihaknya dengan senang hati menerima ajakan kerja sama dengan Sudin PPKUKM Jakarta Barat dalam pendampingan pengembangan 42.000 UMKM ekonomi digital.
Totok A. Soefijanto menjelaskan, dalam hubungan kerja sama antara IMDE dengan Sudin PPKUKM Jakarta Barat, maka kolaborasi tersebut membutuhkan pembangunan Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (KUKM) yang handal dan berkelanjutan.
Menurut Totok A. Soefijanto, kolaborasi tersebut nantinya akan menggandeng para UMKM di Jakarta Barat dengan mitra bisnis EMTEK yakni platform E-Commercedan Bukalapak.
Totok A. Soefijanto mengaku bahwa pihaknya tidak ingin hanya membangun triple helix yang melibatkan pemerintah, akademik, dan bisnis saja, melainkan pihaknya ingin membangun komunitas dan media digital untuk KUKM sehingga menjadi pentahelix berkelanjutan.
Saat ini, UMKM sudah waktunya naik kelas, sudah waktunya tampil unggul skala nasional dan internasional.
Disisi lain, Totok A. Soefijanto juga mengaku bahwa kolaborasi tersebut juga selaras dengan adanya komitmen perusahaan IMDE dalam menerapkan program Corporate Social Responsibility (CSR), yakni tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan.
Dengan adanya kolaborasi tersebut, maka IMDE dapat menjadi contoh yang baik bagi seluruh perusahaan di Indonesia baik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun Swasta, agar kedepannya seluruh perusahaan mulai melek dan mempunyai rasa kepedulian terhadap sosial sekitar perusahaan, khususnya bagi mereka para pelaku UMKM.
