Berita Trend Indonesia – Seperti yang kita tahu, saat ini isu krisis lingkungan sedang marak terjadi di negara Indonesia.
Sebagai informasi bahwa definisi dari krisis lingkungan sendiri ialah kondisi ketidakstabilan ekosistem alam yang diakibatkan oleh aktivitas manusia yang menurunkan daya dukung kualitas lingkungan.
Contoh dari aktivitas manusia yang dapat memicu krisis lingkungan ialah seperti membuang sampah sembarangan, melakukan penebangan pohon secara liar, melakukan penangkapan satwa liar, tingginya aktivitas industri, dan tingginya tingkat pemanasan global.
Diketahui, krisis lingkungan sendiri juga akan berpengaruh negatif terhadap kehidupan manusia yakni seperti meningkatkan potensi bencana lama, meningkatkan penyebaran wabah penyakit, meningkatkan polusi udara dan air, dan meningkatkan potensi gagal panen.
Sebagai contoh nyata bahwa beberapa pekan yang lalu, saudara kita yang tinggal di daerah Pulau Sumatera telah mengalami bencana banjir bandang dan tanah longsor yang sangat hebat, hingga banyak korban jiwa yang berjatuhan yakni sekitar kurang lebih 1.240 orang.
Sejumlah pakar mengklaim bahwa bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di Pulau Sumatera diakibatkan karena tingginya aktivitas penebangan pohon secara ilegal atau pembalakan liar di hutan.
Teori para pakar tersebut dibuktikan dengan adanya banyak sekali tumpukan potongan batang kayu pohon yang berserakan hingga merusak pemukiman warga.
Karena adanya bencana tersebut, maka saat ini pemerintah harus belajar dan mulai lebih tegas dalam menertibkan peraturan tentang penebangan pohon di hutan, dan pemerintah harus menindaktegas dan menghentikan aktivitas pembalakan liar atau industri ilegal.
Baru-baru ini, pihak Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengumumkan bahwa dalam waktu dekat ini, pihaknya akan menggelar program Gerakan Indonesia Asri dengan tujuan yakni guna meningkatkan kualitas lingkungan hidup di seluruh daerah di Indonesia.
Diketahui, definisi dari rehabilitasi sendiri ialah proses pemulihan kembali kondisi fisik hutan agar fungsi hutan kembali produktif dan asri, terdapat beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengembalikan fungsi hutan, yakni seperti perencanaan, pembibitan, penanam, dan pemeliharaan.
Wakil Menteri Kehutanan (Wamenhut) Rohmat Marzuki mengatakan, program tentang rehabilitasi hutan merupakan program yang direncanakan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
Program rehabilitasi hutan yang berjudul Gerakan Indonesia Asri adalah program yang sangat bijak dan mempunyai visi misi untuk menjadikan hutan sebagai tempat yang Aman, Sehat, Bersih, dan Indah.
Rohmad Marzuki menjelaskan, pada pelaksanaannya, program Gerakan Indonesia Asri akan digelar secara bertahap dengan pendekatan vegetatif dan sipil teknis serta melibatkan sejumlah pihak terkait agar mencapai ketahanan sumber daya pangan, energi, air bersih, dan mendukung kualitas hidup masyarakat yang tinggal di daerah aliran sungai atau (DAS).
Selain itu, pihak Kemenhut juga akan mendukung pemulihan kualitas daerah imbuhan mata air, menyediakan benih bibit tanaman yang unggul, dan meningkatkan ekosistem melalui karbon kredit dan program Multiusaha Kehutanan (MUK) di daerah lahan yang kritis.
Dukungan Teknologi
Wakil Menteri Kehutanan (Wamenhut) Rohmat Marzuki mengatakan, jika dilihat dari track record beberapa tahun sebelumnya, maka negara Indonesia telah berhasil memulihkan kualitas hutan hingga lebih dari dua juta hektare lahan dengan menggunakan sistem pembiayaan multipihak, yakni melibatkan pihak pemerintahan, swasta, dan kerja sama dengan pihak internasional.
Rohmat Marzuki menjelaskan, saat ini pihaknya sangat terbuka untuk berkolaborasi dengan para ilmuan, akademisi, universitas, dan mahasiswa untuk mengembangkan teknologi yang berfungsi memulihkan kualitas hutan di seluruh daerah Indonesia.
Rohmat Marzuki mengaku bahwa dalam zaman yang modern ini, kita harus dapat mengembangkan teknologi yang berkelanjutan, yakni teknologi yang mampu membantu memulihkan keadaan lingkungan menjadi bersih, hijau, asri, dan indah.
Beberapa contoh teknologi yang dapat dikembangkan ialah seperti penggunaan drone untuk menebarkan benih bibit unggul, penggunaan mikoriza pada lahan galian bekas tambang, mengembangkan kecerdasan buatan atau AI untuk mendeteksi adanya pembalakan liar di daerah kawasan hutan lindung, dan memasang sensor IoT guna mendeteksi pantauan cuaca-kelembapan-kesehatan pohon secara real time.
