Berita Trend Indonesia – Seperti yang kita tahu, saat ini program Makan Bergizi Gratis (MBG) sedang menjadi topik pembahasan hangat di kalangan masyarakat Indonesia.
Sebagai informasi bahwa program MBG telah menuai pro dan kontra dari sebagian besar masyarakat, terlebih lagi sejak adanya isu tentang buruknya sistem pengelolaan program MBG.
Sejumlah bukti yang dapat memperlihatkan buruknya sistem MBG tersebut ialah meliputi kasus keracunan massal, konflik dana talangan investor, dugaan keterlibatan puluhan tokoh pejabat, dan skandal korupsi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).
Sejumlah pihak juga mengklaim bahwa adanya MBG justru menjadi ladang besar para koruptor, dan MBG juga berdampak negatif signifikan terhadap para Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang berada di sekitar sekolah.
Beberapa pekan yang lalu, pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah resmi menangkap para petinggi BGN yang telah diduga terlibat dalam praktik korupsi program MBG.
Beberapa oknum yang ditangkap tersebut ialah meliputi Kepala BGN Dadan Hindayana, Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung, dan Wakil Kepala BGN Sony Sanjaya.
Selang beberapa hari setelah pihak KPK menangkap ketiga pelaku, pihak Kejaksaan Agung (Kejagung) juga turut menetapkan satu tersangka baru dalam kasus tata kelola program MBG, dan satu tersangka baru tersebut berinisial AYS.
Direktur Penyidikan Jampidsus Syarief Sulaeman Nadhi menjelaskan, Saudara AYS memfasilitasi SPPG yang baru mendaftar portal yang sudah tutup. Bahwa setelah melakukan pengaturan titik-titik SPPG tersebut Saudara AYS secara melawan hukum memberikan sejumlah uang ya kepada tersangka SS.
Atas kasus tersebut, akhirnya banyak masyarakat yang geram kepada para petinggi BGN yang melakukan korupsi tersebut, karena program MBG seharusnya program yang sangat mulia, tetapi mengapa mereka justru rakus dan mengambil hak para anak-anak bangsa.
Bahkan, saat ini masyarakat sudah tidak percaya lagi dengan program unggulan MBG, dan masyarakat mulai bersuara untuk meminta Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk menghentikan program MBG.
Karena banyaknya pihak yang geram dengan tata kelola MBG, akhirnya Presiden Prabowo Subianto telah resmi mencopot jabatan para petinggi oknum BGN yang telah resmi melakukan praktik korupsi.
Presiden Prabowo Subianto juga telah resmi memilih Nanik S Deyang untuk menjadi Kepala BGN baru serta mempunyai tugas untuk memperbaiki tata kelola MBG agar lebih bersih, akuntabel, efisien, efektif, dan tepat sasaran.
Pembenahan Tata Kelola MBG
Nanik S Deyang mengatakan, dirinya berjanji akan membenahi program MBG hulu ke hilir dengan sejumlah skema seperti efisiensi anggaran tanpa mengurangi kualitas gizi dan nutrisi, moratorium atau penghentian sementara untuk inspeksi atau audit secara langsung, dan pemerataan distribusi serta pembangunan dapur baru khususnya bagi daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).
Menteri Sekretariat Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Kantor Kemenko Pangan mengatakan, saat ini Presiden Prabowo Subianto telah menargetkan bahwa program MBG harus dibenahi selama satu bulan penuh, dan tentunya akan ada beberapa dapur SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) yang akan dihentikan sementara untuk dilakukan inspeksi secara keseluruhan.
Berdasarkan data yang ada, maka dijelaskan bahwa saat ini telah terdapat kurang lebih sekitar 4.000 dapur SPPG yang telah resmi ditutup sementara.
Unjuk Rasa

Karena banyak masyarakat yang geram, akhirnya sejumlah mahasiswa di berbagai Universitas akan melakukan unjuk rasa atau demo turun ke jalan untuk meminta Presiden Prabowo Subianto menghentikan program MBG dan mulai melakukan audit kompleks dan transparan terhadap BGN.
Ketua Umum Pimpinan Pusat FMN, Sympati Dimas Rafi’i mengatakan, besok hari Jumat setelah Salat Jumat, terdapat beberapa Universitas yang akan turun ke jalan, yakni BEM fakultas se-UI, BEM IPB, Universitas Gunadarma, Politeknik Negeri Jakarta, UIN Jakarta, UPN Veteran Jakarta, Universitas Pancasila, Serikat Perempuan Indonesia (Seruni), dan Front Mahasiswa Nasional (FMN).
Sympati Dimas Rafi’i mengaku bahwa negara Indonesia adalah negara yang mempunyai sumber daya alam yang sangat melimpah dan dikenal sebagai negara yang kaya, tetapi mengapa sampai saat ini banyak masyarakat yang hidup dalam kesengsaraan kemiskinan dan jauh dari kata sejahtera.
Sympati Dimas Rafi’i menjelaskan, terdapat lima tuntutan yang akan dibawa dalam demo besok Jumat, yakni meminta pemerintah menghentikan pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), meminta pemerintah untuk menurunkan harga bahan pokok dan bahan bakar minyak (BBM), meminta pemerintah untuk menghentikan program MBG serta Kopdes Merah Putih, meminta pemerintah menghentikan militerisme di ranah sipil, dan meminta Presiden Prabowo Subianto untuk mengakui kesalahan pemerintah atas berbagai persoalan yang telah terjadi.
