Marak Korupsi, Komisi II Meminta Agar Aturan Dana Kampanye Segera Diperbaiki

Marak Korupsi, Komisi II Meminta Agar Aturan Dana Kampanye Segera Diperbaiki

Beritatrendindonesia.com – News, Wakil Ketua Komisi II DPR Ahmad Riza Patria meminta Komisi Pemilihan Umum dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengeluarkan pendanaan kampanye pada pemilu dan pilkada selanjutnya.

Hal tersebut dikatakan Riza menanggapi banyaknya kepala daerah yang tersangkut dalam kasus Korupsi.

Dihitung dalam minggu ini saja, dua kepala daerah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yaitu Bupati Batubara OK Arya Zulkarnaen dan Wali Kota Batu Eddy Rumpoko.

Menurut Riza, salah satu penyebab maraknya korupsi yang dilaksanakan oleh kepala daerah merupakan besarnya biaya politik di pilkada atau pemilu.

“Pola ke depan ini bagaimana kampanye ini tidak memunculkan cost yang terlalu tinggi. Jadi kita semua, pemerintah, KPU, Bawaslu, DPR, DPRD, harus mencari solusi terhubung dengan pemilu,” ucap Riza di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/9/2017).

“Kita harus mencari solusi kampanye ke depan bagaimana agar tidak menyebabkan cost yang tinggi,” ungkap dia.

Oleh sebab itu, ia meminta kepada KPU dan Bawaslu untuk menindak tegas calon kepala daerah dan partai yang terbukti memberi dan menerima mahar politik untuk pencalonan. Tindakan tegas yang harus dilakukan yaitu berupa pembatalan pencalonan.

Riza menambahkan, karena Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 mengenai Pilkada sudah melarang mengenai pemberian mahar politik yang dapat menimbulkan korupsi oleh kepala daerah di kemudian hari.

Ia pun mengungkapkan, apabila KPU dan Bawaslu tidak menindak secara tegas, maka ke depannya korupsi oleh kepala daerah akan terus terjadi dan terulang dikarenakan tidak ada efek yang membuat mereka jera.

“Karena sekarang orang tidak ada yang takut. Lolos terus kan. Padahal kita tahu banyak yang terjadi. Apakah tidak dapat dibuktikan, sebenarnya bisa tapi ketegasan dari aparat belum ada,” ungkap politisi Partai Gerindra itu.

Related posts