Lagi-Lagi Serangan Udara Dari Koalisi AS Menewaskan 29 Warga Sipil Suriah

Lagi-Lagi Serangan Udara Dari Koalisi AS Menewaskan 29 Warga Sipil Suriah

Beritatrendindonesia.com – News, Serangan udara koalisi internasional yang dipimpin oleh Amerika Serikat telah menewaskan 29 warga sipil di Suriah dalam waktu selama 24 jam. Hal ini terjadi seiring pasukan yang didukung AS terus memerangi kelompok radikal ISIS.

Menurut dari kelompok pemantau HAM Suriah, Syrian Observatory for Human Rights, 9 perempuan dan 14 anak-anak yang telah meninggal dalam serangan udara koalisi AS di kota Raqqa sejak Senin (7/8) waktu setempat. Mereka yang dimaksud diantaranya 29 warga sipil yang tewas dalam serangan udara koalisi di Raqqa.

Disebutkan Observatory seperti yang telah dilansir kantor berita AFP, Rabu (9/8/2017), 14 orang dari korban tewas tersebut berasal dari satu keluarga. Belum dapat dipastikan mengenai jumlah korban jiwa ini dikarenakan masih dapat bertambah mengingat beberapa orang yang terluka sekarang ini masih dalam kondisi kritis.

Pada Selasa (8/8) waktu setempat, operasi udara yang dilontarkan koalisi AS untuk memerangi ISIS di Suriah dan Irak telah memasuki tahun keempat setelah hal tersebut dimulai pada tahun 2014.

Pada saat itu, tepatnya pada tanggal 8 Agustus 2014, dua jet tempur FA-18 didatangkan dari atas kapal induk USS George W. Bush di kawasan Teluk dan menjatuhkan bom-bom terhadap para militan ISIS di dekat Arbil, Irak utara. Serangan tersebut menandai dimulainya gempuran udara yang intens, yang kemudian akan ditambah dengan pelatihan dan pemberian senjata pada kelompok-kelompok lokal untuk memerangi ISIS, pertama di Irak dan kemudian di Suriah.

Nama ISIS diangkat ke permukaan pada awal tahun 2014 pada saat kelompok teroris tersebut menyerang wilayah Irak utara dan Suriah, menguasai kota-kota besar termasuk Mosul dan Raqqa dan melakukan pembantaian dan kekejian yang lainnya.

Koalisi internasional anti-ISIS yang dipimpin oleh AS tersebut terdiri dari 69 negara, meskipun hanya beberapa negara yang berpartisipasi langsung dalam serangan-serangan udara atau misi pelatihan. Koalisi AS mengakui serangan-serangan udaranya telah menewaskan 624 warga sipil sampai dengan sekarang ini, meski menurut para pengamat, angka sebenarnya jauh lebih tinggi dibandingkan dengan itu.

Related posts