Hillary : Trump Presiden Paling Berbahaya Sepanjang Sejarah AS

Hillary Trump Presiden Paling Berbahaya Sepanjang Sejarah AS

Beritatrendindonesia.com – News, Mantan calon Presiden AS, Hillary Clinton, mengungkapkan bahwa Donald Trump sebagai presiden Amerika Serikat yang paling berbahaya di sepanjang sejarah kepresidenan Amerika.

“Saya pikir seluruh dunia harus peduli,” ungkap Menteri Luar Negeri AS yang ke-67 itu, sebagaimana yang telah dilaporkan oleh harian The Independent, Selasa (10/10/2017).

Hillary telah mengungkapkan “seluruh dunia harus peduli” terhadap kepemimpinan Trump, dan setuju dengannya yang mengatakan bahwa Presiden AS ke-45 itu merupakan Presiden yang paling berbahaya dalam sejarah AS.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Hillary saat wawancara dengan program “Four Seasons” Australian Broadcasting Corporation (ABC), Senin.

Sebenarnya Hillary memperingati dengan mengulangi apa yang pernah disampaikannya pada saat kampanye Pilres AS 2016, namun dengan situasi yang berbeda. Saat itu dia mengatakan Trump merupakan calon penghuni Gedung Putih yang paling berbahaya.

Saat ditanyai oleh wartawan senior ABC, Sarah Ferguson, apakah Trump merupakan presiden paling berbahaya yang pernah dimiliki AS, dia menjawab, “Saya kira benar, karena dia impulsif, dia tidak mempunyai kontrol diri. Dia pendendam.”

Saat ditanya mengenai apakah Australia harus khawatir mengenai cara Republiken itu menempati Gedung Putih, Hillary mengungkapkan, “Saya pikir seluruh dunia harus peduli”.

Awal bulan ini mantan Ibu Negara AS yang menjabat selama dua masa jabatan (1993-2001) itu mengungkapkan dengan tegas untuk mendukung pengendalian senjata yang ketat menyusul pembantaian di Las Vegas, yang menyebabkan 59 tewas orang dan melukai lebih dari 520 orang itu.

Sekutu politik Trump, Bob Corker, seorang senator dari negara bagian Tennessee juga dengan tegas mengungkapkan, pemerintahan berpotensi memicu terjadinya Perang Dunia III.

Pernyataan tersebut diungkapkan Corker dalam wawancara yang dirilis oleh The New York Times, Senin (9/10/2017).

“Saya sangat cemas. Dia membuat cemas semua yang peduli terhadap negara ini,” ungkap Corker.

Related posts