Alasan Dibalik Negara Singapura Dipilih jadi Lokasi Pertemuan Trump dan Kim Jong Un

Beritatrendindonesia.com – News, Kabar tentang pertemuan perwakilan 2 negara Amerika Serikat dan Korea Utara kini menjadi perbincangan hangat. Negara Singapura menjadi pilihan pertemuan tersebut. Banyak pihak yang bertanya mengapa negara Singapura dipilih menjadi lokasi pertemuan antara Presiden Amerika Serikat dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un?

Alasan dibalik terpilih nya Singapura sebagai tempat pertemuan dikarenakan Singapura merupakan negara netral dan memiliki hukum serta ketertiban yang tinggi.

Trump berkicau di akun sosmed twitter nya dan mengumumkan bahwa pertemuan itu akan diadakan 12 Juni di salah satu negara dengan pulau kecil di Asia Tenggara.

Menurut Avid Albright, “Keputusan yang diambil kedua pemimpin sangat bijaksana. Mereka bisa mengedalikan pers. Mereka dapat dipercaya tentang keamanan”.Ujar Presiden Institute for Science dan International Security yang melacak masalah kontrol senjata.

Ia juga meyakini bahwa Amerika Serikat lebih menginginkan pertemuan antara mereka bisa lebih aman dan terkendali atas gambar yang akan beredar usai pertemuan. “Bisakah anda bayangkan jika Trump berjalan melintasi perbatasan sambil berpegangan tangan dengan Kim Jong Un?”kata Albright

Singapura menawarkan lingkungan yang lebih terkendali. Singapura adalah tempat yang sangat disiplin. Anda dapat mengandalkan pihak berwenang disana untuk memastikan situasi.

Singapura memiliki pembatasan pers dan menduduki peringkat 151 dari 180 negara untuk kebebasan pers, menurut data yang dikeluarkan Reporters Without Borders. Pemerintah Singapura menempatkan tekanan pada wartawan melalui tuntutan hukum fitnah dan cara lain.

Di sisi lain Korea Utara memiliki kedutaan di Singapura dan pernah mengadakan pertemuan di sana. “Ini adalah tempat dimana para diplomat Korea Utara merasa nyaman”, Kata Einhorn.

Ini akan menjadi perjalanan langka ke luar negeri bagi Kim Jong Un karena Pemimpin Korut yang jarang meninggalkan negara itu sejak mengambil alih kekuasaan pada tahun 2011.

Related posts